HTTP Actions
Panggil REST API eksternal untuk melakukan tindakan dari agent Anda
Apa itu HTTP Action?
HTTP Action memungkinkan agent Anda memanggil REST API eksternal untuk melakukan tindakan seperti mengirim email, membuat order, update database, dll. Agent akan otomatis mengekstrak informasi dari percakapan user dan mengirimkannya ke API.
- • Kirim email ke tim support
- • Buat order produk
- • Update status pengiriman
- • Kirim notifikasi WhatsApp
Cara Membuat HTTP Action
- 1 Buka Resources → Actions
Halaman Resources Agent
Halaman Resources Agent
Dari halaman agent, klik tab "Resources" kemudian pilih "Actions" → "HTTP"
- 2 Isi Name dan Description
Form HTTP Action
Form HTTP Action
Berikan nama dan deskripsi yang jelas agar agent tahu kapan harus menggunakan action ini.
Name *Nama singkat dan deskriptif untuk action ini
Contoh: "Send Email to Support"Description *Jelaskan apa yang dilakukan action ini dan kapan agent harus menggunakannya
Contoh: "Mengirim email ke tim support ketika user memiliki masalah yang perlu ditangani support" - 3 Masukkan URL API
Form HTTP Action dengan URL dan Method
Form HTTP Action dengan URL dan Method
Masukkan URL lengkap dari API dan pilih HTTP method
Pilih HTTP Method:
GETPOSTPUTPATCHDELETEMasukkan URL:
https://api.example.com/support/emailDynamic ParametersGunakan <param> untuk parameter dinamis:
https://api.example.com/users/<userId>/orders - 4 Tambahkan Headers (Opsional)
Tambahkan Headers untuk Authentication
Tambahkan Headers untuk Authentication
Headers untuk authentication (API key, token) dan konfigurasi lainnya
Authorization:
Key: AuthorizationValue: Bearer sk-abc123...Content-Type:
Key: Content-TypeValue: application/json - 5 Definisikan Body Parameters
Definisikan Body Parameters
Definisikan Body Parameters
Data yang akan dikirim ke API. Agent akan ekstrak dari percakapan user.
subjectrequiredJudul email
messagerequiredIsi pesan dari user
priorityoptionalPrioritas: high, normal, low
Agent akan mengirim JSON:
{ "subject": "...", "message": "...", "priority": "high" } - 6 Set Success Condition
Set Success Condition
Set Success Condition
Tentukan kapan API call dianggap berhasil atau gagal
STATUS CODECek HTTP status code
Status Code = 200RESPONSE VALUECek nilai di response JSON
response.status = "success" - 7 Test Konfigurasi
Test HTTP Action
Test HTTP Action
Test sebelum menyimpan untuk memastikan API berfungsi
Success✅ Hijau = berhasil, ❌ Merah = gagal
Status Code200 = OK, 404 = Not Found, 500 = Error
ResponseData dari API
Execution TimeWaktu respon (ms)
- 8 Klik "Create"
Action berhasil dibuat
Action berhasil dibuat
Jika test berhasil, klik "Create" untuk menyimpan. Action langsung siap digunakan!
Siap Digunakan!Agent Anda sekarang bisa menggunakan action ini. Coba chat dan minta agent melakukan action!
🔐 Private Actions
Private Actions adalah HTTP Actions yang memerlukan Persistent Context. Actions ini bisa mengakses data user yang sudah login (user ID, email, phone, dll) dan mengirimkannya ke API.
HTTP Actions yang hanya bisa dijalankan jika user sudah "login" dengan Persistent Context. Berguna untuk actions yang memerlukan user-specific data seperti check order, update profile, transfer saldo, dll.
- 1. Aktifkan Persistent Context di Agent Settings
- 2. Buat Login Node untuk collect user data
- 3. Saat membuat HTTP Action, centang checkbox "Private"
- 4. Centang checkbox "Private" jika action memerlukan user context
LLM akan secara otomatis menentukan data context apa yang diperlukan berdasarkan konfigurasi action Anda. Anda tidak perlu menentukan field mana yang harus dikumpulkan - AI akan menganalisis URL, headers, dan body untuk mengetahui data context apa yang dibutuhkan.
Saat Anda menggunakan placeholder seperti <user_id> di URL, headers, atau body action Anda, sistem secara otomatis:
- 1. Mengidentifikasi field context yang diperlukan (misalnya: user_id, token, email)
- 2. Memeriksa apakah data sudah tersedia di Persistent Context
- 3. Jika belum ada, meminta user untuk login atau menyediakan informasi
- 4. Mengganti placeholder dengan data context yang sebenarnya saat eksekusi
Anda hanya perlu fokus pada desain action - biarkan AI yang mengelola pengumpulan data!
Action "Check Saldo" untuk banking bot:
- 🔒 Private Actions HANYA bisa dijalankan jika user sudah login
- Context data disimpan secara aman di database
- Gunakan Private Actions untuk semua operasi yang sensitive (transaksi, data pribadi)
- ⚠️ Persistent Context harus diaktifkan di Agent Settings
- ⚠️ Login Node harus sudah dibuat dan configured
- ⚠️ User harus sudah "login" sebelum bisa menggunakan Private Actions
⏱️ Context Requirement & Session
Private Actions memerlukan user sudah memiliki Persistent Context aktif. Jika user belum login, agent akan otomatis meminta mereka login terlebih dahulu sebelum menjalankan action.
- 1. User meminta action yang Private (misal: "Cek saldo saya")
- 2. Agent deteksi action ini Private dan perlu context
- 3. Jika user belum login, agent otomatis minta login dulu
- 4. Setelah login sukses, agent eksekusi action dengan context user
Cek saldo saya
Untuk mengecek saldo, saya perlu Anda login terlebih dahulu. Silakan masukkan username dan password Anda.
[mengisi login form]
Saldo Anda saat ini adalah Rp 5.000.000
Persistent Context mendukung dua mode session management: Fully Persistent (default) atau Time-Based Expiration dengan refresh logic.
Session tidak memiliki batas waktu kedaluwarsa dan tetap aktif sampai user logout secara manual.
- Context user disimpan secara permanen di database
- User tidak perlu login ulang, bahkan setelah berhari-hari tidak aktif
- Private Actions selalu tersedia tanpa perlu autentikasi ulang
- Cocok untuk: aplikasi yang memerlukan kemudahan akses jangka panjang
Session memiliki masa berlaku dan dapat di-refresh secara otomatis oleh agent.
- Expiration Time: Token/session expire setelah waktu tertentu (misal: 1 jam, 24 jam, 30 hari)
- Auto Refresh: Agent dapat memiliki HTTP Action untuk refresh token sebelum expire
- Seamless: User tidak perlu login ulang jika refresh berhasil
- Re-login: Jika refresh gagal atau token benar-benar expire, user diminta login ulang
- Cocok untuk: sistem dengan token API pihak ketiga yang memiliki expiration
User dapat logout kapan saja untuk menghapus context mereka, terlepas dari mode session yang digunakan:
- User bisa meminta logout melalui percakapan dengan agent
- Setelah logout, semua context dan token dihapus dari session
- User perlu login ulang untuk menggunakan Private Actions lagi
Untuk menggunakan Time-Based Expiration dengan auto-refresh:
- 1. Simpan refresh_token dan expired_at di Login Action response mapping
- 2. Buat Private HTTP Action untuk refresh token (misal: "Refresh Token")
- 3. Agent akan otomatis memanggil refresh action sebelum token expire
- 4. Response dari refresh action akan update context dengan token baru
Context data disimpan secara aman di database dan hanya bisa diakses oleh agent dan user yang memiliki session. Mode Time-Based Expiration memberikan layer keamanan tambahan dengan membatasi masa berlaku token.
- ✓ Informasikan user bahwa mereka perlu login untuk actions tertentu
- ✓ Buat pesan error yang jelas jika session expire
- ✓ Gunakan Private Actions hanya untuk data yang memang perlu authentication
- ✓ Test flow login dan re-login untuk memastikan UX smooth
Tips & Best Practices
Tulis deskripsi detail agar agent tahu kapan menggunakan action
Selalu test sebelum menyimpan
Beri deskripsi jelas di setiap parameter
Set condition agar agent beri feedback tepat
Selanjutnya
Interface Chat
Menggunakan agent via chat